When in Philippines

4:00 AM


Manila, Philippines.
A warm city with warm people. Everything what i see is ordinary.
Kota yang menurut saya adalah kota yang maju tapi juga tetap terlihat sederhana. Gedung-gedung tua yang berjajar rapi, taman kota segitiga yang dikelilingi pencakar langit, orang-orang yang berjalan menaiki dan menuruni tunnel untuk sampai ke seberang.

Intramuros, Part of Manila.
A smell of history. Bangunan-bangunan tua yang masih beroperasi. Bunyi lonceng gereja yang tak sepi oleh pasangan-pasangan yang akan menikah. Gang-gang kecil yang dipenuhi oleh anak-anak kecil yang berlarian. Jalan-jalan yang beralaskan paving. Toko-toko kecil yang menjual barang antik dan cindera mata. Sepeda-sepeda tua yang berjajar siap untuk dipinjam para turis.

Kalau di jakarta hampir sama seperti kota tua. Tapi, intramuros sangat luas dan masih banyak tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Intramuros dikelilingi oleh benteng panjang, yang dimana kita bisa berjalan disana, that’s why intramuros juga dikenal dengan sebutan the walled city. Konon, intramuros ini dulunya pusat dari kantor pemerintahan kolonial spanyol. Makanya, ngga asing banget rasanya dengan nama-nama jalan dan tempat disekitar intramuros yang berbahasa spanyol. Yang saya suka dari intramuros, ada satu tempat bernama casa de manila, dari luar terlihat seperti gedung biasa, tapi didalamnya terdapat halaman kosong yang luas, sayangnya ketika berada disana sedang ada persiapan untuk acara resepsi pernikahan, jadi ngga bisa terlalu menikmati. Casa de manila ini semacam museum yang menyimpan barang-barang fashion jaman kolonial spanyol. Saya kurang tau dalamnya, karna waktu itu udah sore banget jadi didalam agak gelap, spooky gimana gitu dan saya lebih memilih jalan-jalan sekitar casa de manila. 







Saya mencoba salah satu cafe kecil didalamnya, barbaras cafe. Katanya sih menu recomended nya ice coffee, dan rasanya kurang lengkap yah kalau ngga mencoba cemilan khas italianya, pizza. Well, ice coffeenya ternyata biasa aja dan rasa pizza nya ngga banget. Lupa apa nama pizzanya tapi kalau dirasa-rasa sepertinya mengandung goat cheese. First time to try goat cheese and i swear never eat them again!


Kami melanjutkan perjalanan mengitari intramuros dan sempat mengunjungi san agustin church dan manila cathedral. 2 iconic church in manila. Sebelumnya saya pribadi belum pernah masuk ke gereja. Pertama kali saya masuk gereja ya disini, maksudnya Cuma untuk melihat-lihat, awalnya, saya kira ngga boleh wanita berkerudung masuk kedalam. Tapi ternyata diperbolehkan, mungkin karna 2 gereja ini berada di tourism place dan termasuk tempat bersejarah, jadi siapapun diperbolehkan masuk. Iseng aja sih waktu itu pas banget ada 3 pasangan yang menikah, jadi tau, ohh begini ya adatnya.
Karna kami datang jam 4 sore jadi ngga banyak tempat yang kami kunjungi, begitu jam 6, kami memutuskan untuk pulang. Denger-denger intramuros bukanlah tempat yang aman untuk berjalan malam hari. Memang sih terlihat sepi dan spooky. Waktu itu, kami bertemu dengan guide intramuros dan dia menawarkan paket tour intramuros, tapi siapa yang mau melakukan tour di tempat bersejarah di malam hari? Kamipun menolak dan dia menawarkan untuk mengantarkan ke main highway saja. Saat itu memang kami berencana untuk tidak menggunakan taksi, kami lebih memilih jeepney sebagai alat transportasi untuk pulang. Jeepney adalah mobil jeep panjang yang menjadi iconic transportasi umum di manila, warna nya berwarna-warni banget, harus jeli untuk melihat tulisan yang dipampang didepan jeep untuk mengetahui arah tujuan jeep ini. Untuk mendapatkan jeepney kami harus ke main highway, diantar oleh guide kami menggunakan tricycle. So far, intramuros is a tourism place must visit. 







You Might Also Like

0 blablabla's

Subscribe